Senin, 22 Desember 2014

   BLacK MemoRieS

Mentari pagi berusaha mencoba menyenangkan rindu.
Tersipu malu-malu walau dinginnya tak mau berlalu.
Pernah kutanamkan sebutir biji harapan , yang aku harapkan akan tumbuh dan Mekar. 

Hingga kelak kupu-kupu tak enggan untuk singgah krena terpukau akan pesona aroma semerbab
bunganya.
Bila mana di hirup akan membuat bidadari sekalipun jatuh kepayang di buatnya.
Belaiannya selembut kain sutra yang bertabur kilauan pernak pernik emas.
Dan . . .
Kehangatannya sehangat mentari waktu dhuha menyapa.

Namun . . .
Semua itu kini Tlah memudar seiring berputarnya waktu kelam.
Senyum di pagi inilah yang akan menjadi pelarian kedua setelah senja pergi.
Rasa rindu ini ibarat ombak laut yang tak akan pernah bisa tenang , yang akan terus menghantam tepi pantai yang nampak indah bersama pasir putihnya.
Semoga hujan di pagi hari ini mampu meredam panasnya kerinduan yang membara ini.
Sebab . . . Penantian ini masih belum sepenuhnya tertuntaskan.
Jika kamu disana juga merindukanku
Maka . . .
Pejamkanlah mata dan hatimu sejenak
Ejalah namaku perlahan dalam setiap hurufnya , maka kamu akan dapat mencairkan semua kenangan yang Tlah membeku selama ini di dalam lubuk hatimu.

Untuk kamu yang disana
Jangan pernah gundah dengan semua keadaan dan kenyataan ini, tenang lah.
Aku akan masih selalu disini hingga waktu yang Tlah di tentukan kelak.




 

By:Ipunk_pwzry@rocketmail.com